Stoop, Kekerasan Dalam Rumah Tangga!!

Stoop, Kekerasan Dalam Rumah Tangga!! Stoop, Kekerasan Dalam Rumah Tangga!!
Hari ini ada pemandangan yang sangat diluar dugaanku. Ketika aku mengambil air wudhu  dikamar mandi untuk sholat ashar, tiba-tiba terdengar suara ribut-ribut dari luar sana, suara yang hampir dekat kearah rumahku ini.  Aku pun bergegas menyelesaikan wudhuku, dan berlari-lari kecil sampai didepan jendela dalam rumah. Suara ribut- ribut itu kini sangat jelas kudengar, dan akupun melihat sepasang suami isteri yang berkelahi, aku lihat sang suami tersebut menarik-narik tangan dan baju istrinya dan aku lihat pakaian sang istrinya itu sudah koyak bagian belakangnya. Koyak hampis seluruh punggungnya kelihatan.
Akupun bergegas lari ke jendela kamar dan masih meyaksikan adegan tadi,  Dan akhirnya sepasang suami istri yang berkelahi tadi lewat disamping rumahku, masih dalam keadaan marah. Si istripun masih dipukul oleh suaminya, ditarik-tarik tangan dan bajunya. Dari balik jendela aku terus memperhatikan mereka, dan terdengar suaminya berkata “ Kurang hajar kau,awas kau................” sambil menarik-narik baju istrinya tadi dan sang istripun menjawab “ biarlah,.kau apa peduli kau,.kau tidak memberiku uang belanja, tentulah aku selingkuh.....................”
What?? Sang istri berselingkuh ternyata?? Tunggu...Tunggu,.. !! aku tidak mau mengambil kesimpulan terlalu dini kenapa mereka bertengkar. Namun saat itu, dalam hati kecilku, aku teriak,. “ Heyy...tolong, tolong leraikan mereka, sungguh aku tidak tahan melihat pemandangan ini. Badan akupun menggigil dan detak jantungkupun kuat. Kali ini aku masih melihat sepasang suami istri itu sudah “bergulat” di tanah, Sang istri dicekik lehernya dan dipukuli. Sang istri tampaknya juga melawan, dan turut membalas pukulan suaminya.
Ya Allah,. Tak ada satupun warga disini yang  berani untuk meleraikan mereka. Hihi termasuk aku, warga baru disekitar ini. Setengah jam aku memperhatikan mereka, aku lihat disana ada bapak-bapak yang berada dekat dengan sepasang suami istri itu berkelahi, ia juga tidak berani melerai mereka. Ya ampuun, kasian sang istri itu, ditangani dan dibentak-bentak suaminya dan dipukuli pakai batu. Si suami tak henti-hentinya mencercanya dan terus menarik-narik baju dan rambut sang istri.
Ya Allah,.siapakah yang patut disalahkan?? Si istri atau si Suami?? Dimana-mana pelaku kekerasan selalu saja suami dan akhirnya yang menjadi korban si istri. Lalu kembali aku melihat, anak mereka yang berteriak, ketika mendapati kedua orang tuanya berkelahi. Anak itu menangis, berteriak kepada ayahnya meminta untuk menghentikan perkelahian itu. Sang ayah tak peduli, jarak anak itu dekat dengan ayahnya, dan ia pun juga kena pukulan oleh ayahnya. Astagfirullah..
Terus pemandangan tadi agar jelas kulihat, akupun pergi kedapur dan kembali memperhatikan pertengkaran itu dari balik jendela, kini aku melihatnya bersama adikku. Astagfirullah, Astagfriullah,. Kata-kata itu yang keluar dari mulut kami..Ya Allah, kejam dan kasar sekali suaminya. Ya Allah kapankah perkelahian itu berakhir?? Bisa-bisa terjadi pembunuhan, ntah suaminya yang akan membunuh istrinya tau malah sebaliknya.
Dan akupun tersadar, aku belum sholat asar. Setengah jam kelewatan karena memperhatikan adegan itu. Lalu, buru-buru aku keruang tengah untuk menunaikan shiolat asar dan dalam sholat jantungku berdetak sangat kencang dan aku masih menggigil karena telah meyaksikan adegan tadi. Bercampur baur perasaanku, marah, sedih dan ketidak terimaan perlakuan seorang suami kepada istrinya itu.
Sungguh, memang benar. Seorang suami akan kalap mata ketika mendapati istrinya selingkuh. Rumah Tangga yang sangat jauh dari Agama, maka seorang suami akan memperlakukan istrinya dengan seenaknya. Tidak ingatkah mereka “ kenapa dulu mereka menikah??” tidak ingatkah mereka bahwa mereka pernah mencintai satu sama lain??
 “Istri-istri kamu adalah pakaianmu. Dan kamu adalah pakaian bagi mereka (Q.S Albaqarah: 87)
Ingatlah ayat ini, bahwa Rumah tangga itu dibangun atas kasih sayang dan cinta. Untuk apa menikah jika akhirnya bermusuhan. Pernikahan adalah akad untuk segala macam kebaikan didalamnya, tidak akan saling menyakiti satu sama lain. Dan pernikahan  bukanlah akad yang biasa, namun ia adalah mistiqan ghalizha (perjanjian yang amat berat dan kukuh).
Imam Ja’far Ash-Shadiq berkata
“Barang siapa melakukan pernikahan, ia harus menghormati sitrinya”
 Dan duhai para suami, engkau adalah pemimpin, dan dihari kelak nanti engkau akan dimintai pertanggujawaban atas kepemimpinanmu dalam rumah tangga. Pliss,,kasihanilah istrimu,jangan menyakitinya dan jangan melukai hatinya, apalagi sampai melukai fisiknya. Nabi mengatakan  “ Hendaknya pukulan itu tidak menyakitkan dan tidak meninggalkan bekas seperti pukulan dengan siwak”
“Janganlah kamu berlaku seperti kuda. Siang hari kamu pukul istrimu, dan malam harinya kamu gauli dia”

Stoop, Kekerasan Dalam Rumah Tangga!!





Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar