Tips Menghadapi Psikotes Grafologi

Grafologi adalah tes psikologi yang berdasar atas tulisan dan tandatangan. Tulisan dan tanda tangan dinilai merupakan salah satu sumber untuk mengungkap kepribadian seseorang, yang berdasarkan pada teori psikoanalisa. Bahwa seseorang yang menulis atau membuat tandatangan, adalah salah satu aspek kejiwaan seseorang yang tidak disadari, yang dimunculkan dalam bentuk tulisan. Yang dinilai bukanlah cantik atau rapinya sebuah tulisan (bukan tampilan), tetapi ada karakteristik khusus dari tulisan yang menggambarkan kepribadian
Dibeberapa perusahaan, tes grafologi ini masih sering digunakan, minimal untuk men-compare dengan tes-tes psikologi yang lain. Kali ini, kita akan membahas bagaimana menghadapi psikotes grafologi ini, khususnya tulisan tangan. Tes ini menggunakan kertas folio kosong (tanpa garis) dengan pena bolpoint. Peserta tes biasanya diminta untuk menulis minimal 10 baris.
Yang perlu diperhatikan jika sedang menghadapi tes grafologi secara umum adalah:
Margin Tulisan
Margin adalah lebar letak tulisan pada kertas (jarak antara tulisan dan pinggir luar), sehingga ada 4 macam margin yaitu margin atas, margin bawah, margin kiri dan margin kanan. Normalnya adalah sekitar 3 sampai 3,5 cm.
Margin atas = Margin atas menandakan bagaimana figur seseorang berpengaruh pada kita. Jika margin atas sempit, menandakan bahwa ingin lepas dari otoritas, ingin kerja tanpa diawasi atau dikoreksi, mandiri yang utuh, menandakan besarnya penolakan akan arahan atasan/otoritas. Sebaliknya jika margin atas sangat lebar, menandakan bahwa anda bekerja perlu arahan, penurut, mudah diatur, selalu membiarkan orang lain untuk memaksa diri anda.
Margin bawah = Margin bawah menandakan bagaimana tingkat penghayatan terhadap seni, keeleganan, estetika dan keindahan. Semakin lebar margin bawah, semakin besar penghayatan anda terhadap kesenian, estetika, dan keeleganan, demikian pula sebaliknya. Margin bawah adalah margin yang sangat sulit diidentifikasi, karena tidak semua orang menulis sebanyak satu halaman. Karena beberapa alasan, seseorang berpindah halaman berikutnya. Pada tes grafologi, terkadang perintah hanya menulis minimal 10 baris, sehingga biasanya tidak full dalam satu halaman.
Margin kiri = Karena kita menulis dari kiri kekanan (huruf latin), maka margin kiri menandakan bagaimana pesisi kita dengan masa lalu (dari mana kita berasal). Semakin sempit margin kiri, menandakan semakin besar pengaruh masa lalu dengan kehidupan anda saat ini. Kemungkinan anda berpikir seperti ibu anda, ayah atau teman-teman yang mempengaruhi anda dimasa lalu. Kepribadian anda sendiri biasanya jarang dimunculkan. Demikian juga sebaliknya, jika margin kiri lebar, menandakan independensi anda saat ini dengan pengalaman masa lalu anda, bahkan mungkin melupakan masa lalu anda.
Margin Kanan = Margin kanan menandakan bagaimana anda memandang masa depan, apakah seorang yang visioner atau optimis. Semakin dekat tulisan anda kekanan (marginnya sempit), menandakan anda optimis memandan masa depan, berpikir positif dan visioner. Sedangkan jika tulisan anda jauh dari kanan kemudian sudah memulai baris baru, menandakan anda seorang yang pesimis, takut menghadapi masa depan dan seterusnya. Tetapi perlu di ketahui bahwa, margin kanan yang tidak teratur juga menandakan bagaimana anda mengatur hidup anda. Ini menandakan bahwa, anda kurang perencanaan atau strategi, tidak bisa mengatur waktu, yang bisa membuat kegagalan. Ada baiknya, mengatur rapi tulisan pada margin kanan.
Arah Tulisan/Kemiringan Tulisan
Arah tulisan yang dimaksud disini adalah kemiringan tulisan. Jadi ada dua macam kemiringan tulisan pada huruf latin, yaitu miring kebelakang (kekiri) atau kedepan (kekanan). Keduanya mempunyai arti yang berbeda. Normalnya adalah tulisan tegak. Tidak ada perbedaan interpretasi antara orang kidal dengan yang bukan kidal, karena karakterstik keduanya sama.
Miring kebelakang (kekiri) = Memiliki kecenderungan selalu menahan diri, tidak mau mengekspresikan diri dihadapan dunia. Karakterisitik orang dengan tulisan seperti ini lebih introvert. Bisa saja orang seperti ini pendiam, riang ataupun diantara keduanya. Biasanya juga diliputi rasa takut karena merasa tidak mampu, kadang sulit berterus terang atau berbicara apa adanya.
Miring kedepan (kekanan) = Tulisan yang miring kekanan menandakan orang yang ideal, mampu mengekspresikan diri, menunjukkan diri apa adanya (tidak berlebih-lebihan). Bebas dari rasa takut yang menghantui, dan terkadang orangnya ekstrovert.
Tata Letak Kertas dalam Menulis
Yang dimaksud tata letak kertas adalah posisi kertas pada saat menulis apakah potret (memanjang kebawah) atau lanskap (memanjang kekanan/samping). Walaupun pada kebiasaannya kita menulis dengan posisi potret, tetapi ada baiknya, jika anda sedang menghadapi test grafologi, atau ingin mengubah kepribadian anda dengan membiasakan menulis pada posisi lanskap.
Posisi potret = Menulis dengan posisi potret menandakan bahwa orang tersebut selalu berbuat sesuai dengan apa yang diperintahkan, dan orangnya penurut. Ada kecemasan dalam memulai sesuatu. Takut berpikir diluar kebiasaan orang-orang disekitar. Jika melakukan sesuatu dan orang disektiar menilainya jelek, kemungkinan besar orang dengan gaya menulis potret akan membatalkan niatnya. Perasaannya selalu diliputi was-was, takut memulai hal-hal baru.
Posisi landskap = Ini adalah posisi menulis orang-orang kreatif. Penuh dengan ide-ide dan berpikir diluar kebiasaan. Terkadang melanggar aturan yang kaku. Diliputi oleh rasa optimis, dan punya keberanian memulai sesuatu.
Jarak antar Kata
Yang dimaksud dengan jarak antar kata adalah jarak spasi tulisan dari satu kata dengan kata selanjutnya. Jarak antar kata dalam tulisan menunjukkan tingkat sosialisasi seseorang. Normalnya jaraknya antar kata, spasinya adalah satu huruf “a”.
Spasi dekat = Mengindikasikan bahwa orang tersebut memiliki hubungan yang sangat dekat dengan orang lain. Mudah akrab, bersosialisasi penuh dengan orang-orang disekitarnya, ekspresif dan hangat dengan orang lain.
Spasi jauh = mengindikasikan bahwa orang tersebut tertutup apalagi hal-hal pribadi, tingkat privasi yang tinggi. Dalam bergaul memilih-milih orang, dan kurang akrab dengan orang-orang baru. Memiliki teman yang kurang apalagi teman yang special (akrab).
Catatan:
Sebenarnya masih sangat banyak karakteristik tulisan yang diinterpretasi pada grafologi, seperti tekanan pada saat menulis, lengkungan tulisan, kemiringan baris dalam menulis (menanjak atau menurun), kecil-besarnya tulisan, sambungan antar huruf, jenis alat yang dipakai menulis, keseimbangan antar huruf dan lain-lain. Yang dijelaskan diatas adalah poin yang terpenting dari tulisan tangan.
Jadi untuk menghadapi psikotes grafologi, anda harus mengetahui dan berlatih bagaimana seharusnya gaya tulisan anda. Semua tergantung pada pekerjaan dan posisi yang ditawarkan. Margin atas yang sempit misalnya, cocok bagi seorang suvervisor tetapi tidak cocok bagi seorang operator. Sesuaikan dengan posisi dan kebutuhan.

Sumber: http://www.psychologymania.com/2012/02/tips-menghadapi-psikotes-grafologi.html


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar