Psikodagnistik IV (Minat & Bakat)


Istilah-istilah psikologi yang mengacu pada pengertian bakat/keberbakatan:
  • Aptitude: Potensi yang dimiliki seseorang yang membuatnya mudah dan cepat dalam menguasai suatu bidang.
  • Talent : Kemampuan yang luar biasa dalam kualitas bidang tertentu. Misalnya seni, kepemimpinan, keterampilan mekanika, kemampuan lisan dan tertulis, musik, hubungan antar pribadi (J. Zettel).
  • Gifted: Kapasitas intelektual yang tinggi dalam prestasi skolastik (J. Zettel)

Komponen Keberbakatan:
Feldhusen
1. Kemampuan intelektual umum
2. Konsep diri positif
3. Motivasi berprestasi
4. Talenta khusus

United States of Education
1. Kemampuan intelektual umum
2. Bakat akademik yang spesifik
3. Kemampuan berpikir kreatif dan produkti
4. Kemampuan kepemimpinan
5. Kemampuan seni
6. Kemampuan psikomotor

Tiga faktor yang membuat bakat dalam diri seseorang berhasil ditampilkan (berupa hipotesis dari Brandwein):
  • Faktor genetis: Untuk kemampuan verbal dan matematika yang tinggi
  • Faktor predisposisi: untuk sikap yang tidak mudah puas terhadap aspek yang telah ada dalam realitas, suka dan berani mengajukan pertanyaan.
  • Faktor aktiviting: Kesempatan untuk memperoleh pendidikan lebih lanjut dan kontak dengan orang-orang yang mampu memberi inspirasi.
Seseorang yang berbakat biasanya berasal dari budaya produser bukan konsumer (Tannenbaum).

Menurut hasil penelitian Goertzels terhadap 700 sampel diperoleh data:
Anak berbakat kebanyakan adalah anak pertama atau anak tunggal.
  • Berasal dari keluarga menengah.
  • Memiliki ayah pengusaha atau professional dan ibu seorang ibu rumah tangga.
  • Memiliki banyak buku dirumah.
  • Orang tua memiliki harapan yang lebih tinggi terhadap semua anaknya.
  • Suka belajar namun tidak suka belajar disekolah atau tidak suka terhadap guru yang memmaksa mereka belajar dengan kerikulum tertentu.
  • Lebih suka menyendiri.
  • Lebih suka belajar dengan program yang melatih keterampilan.
  • Lebih self directed
  • Unik dan sulit untuk konformis, dalam hal pakaian, perilaku dan sebagainya.

Dasar pemikiran munculnya tes bakat:
  • Tes intelegensi yang telah ada dipandang tidak mengukur kemampuan seseorang secara spesifik, tetapi lebih mengukur kemampuan verbal saja.
  • Tes inelegensi yang telah ada memiliki banyak keterbatasan dan kurang dapat meramalakan kinerja yang suskses untuk masa depan seseorang.
  • Adanya gambaran mengenai spectrum kecerdasan yang lebih luas, dipelopori oleh Howard Gardner yang mengemukakan mengenai Multiple Intelligences.

Multiple Intelligences menurut Howard Gardner:
1. Keserdasan matematika logika
2. Kecerdasan bahasa
3. Kecerdasan musical
4. Kecerdsan visual spatial
5. Keecerdasan kinestetik
6. Kecerdasan intrpersonal
7. Kecerdasan intrapersonal
8. Kecerdasan natural

1. Kecerdasan matematika logika
  • Kemampuan berpikir induktif dan deduktif
  • Kemampuan berpikir logis
  • Memahami dan menganalisis pola angka dan memecahkan masalah
Orang yang dengan kemampuan matematikalogika menyukai: kegiatan menganalisa, berpikir konseptual, membuat hipotesis, berhitung, bila tidak tabhu dia bertanya, bermain catur, teka-teki dsb.

2. Kecerdasan bahasa
Kemampuan menggunakan bahasa, secara trtulis maupun lisan dalam berbagai bentuk untuk mengekspresikan gagasannya.
 Memiliki daya ingat yang kuat terhadap kata, nama, istilah ataupun hal yang sifatnya detail.
 Lebih mudah mendengarkan dengan cara mendengarkan dan verbalisasi.
 Mudah menguasai bahasa baru.
Ditandai dengan kesenangannya pada kegiatan: membaca, menulis, membuat karangan, menyusun kata mutiara, puisi.

3. Kecerdasan musikal
 Kepekaan terhadap suara non-verbal yang berada diseklilingnya, termasuk nada irama.
 Lebih mudah mengingat dan mengekspresikan gagasan bila dikaitkan dengan musik.
Ditandai dengan senang mendengarkan nada, irama indah, yang dilagukan sendiri maupun dari kaset, radio, pertunjukan orkestra atau alat musik.

4. Kecerdasan visul spasial
 Kecerdasan untuk memahami lebih secara mendalam mengenai hubungan antara objekdan ruang.
 Mampu menciptakan imajinasi bentuk dalam pikiran.
 Mampu menciptakan bentuk-bentuktiga dimensi.
 Mampu membayangkan suatu bentuk nyata dan memecahkan masalah terkait dengan bidang tersebut.
Biasanya ditandai dengan keunggulan dalam permainan mencari jejak.

5. Kecerdasan kinestetik
 Kemampuan untuk aktif menggunakan bagian atau seluruh tubuh untuk berkomunikasi dan memecahkan masalah.
Dijumpai pada orang yang unggul dalam bidang olah raga, terampil dalam menari, akrobat atau permainan sulap.

6. Kecerdasan interpersonal
 Kemampuan untuk peka terhadap perasaan orang lain.
 Mudah memahami dan berinteraksi dengan orang lain, sehingga mudah bersosialisasi (sering juga disebut kecerdasan sosial).
 Kemampuan memimpin, mengorganisasi, menangani perselisihan, memperoleh simpati.

7. Kecerdasan intrapersonal
 Kemampuan untuk peka terhadap perasaan sendiri.
 Mampu memahami kekuatan dan kelemahan dirinya.
Ditandai dengan: senang intreospeksi diri, mengoreksi kesalahan, mencoba memperbaiki diri. Beberapa diantaranya suka kesunyian, menyendiri, merenung dan berdialog dengan diri sendiri.

8. Kecerdasan naturalis
 Kemampuan untuk peka dengan lingkungan alam
Ditandai dengan: senang berada dilingkungan alam yang terbuka, misal pantai, gunung, hutan. Senang mengobservasi lingkungan alam, seperti aneka bebatuan, lapisan tanah, flora-fauna, benda angkasa dsbnya.

Tes Bakat
• Termasuk kedalam jenis tes kemampuan (ability test)
• Berupa test yang mengukur kemapuan khusus maupun tes yang mengukur banyak kemampuan.
• Tes bakat mengukur suatu sampel tingkah laku yang dapat dipakai sebagai indikator untuk perilaku lain dikemudian hari.
• Mengavaluasi luasnya pengalaman yang beragam dalam kehidupan sehari-hari.
• Mengulur pengaruh pengalaman yang tidak disadari dan tidak dikendalikan.
• Validitas tes bakat terletak pada kemampuan tes tersebut untuk meramalakan performace (tampilan) seseorang pada waktu yang akan datang (predeictive validity).
• Jadi fungsi tes bakat adalah untuk meramalkan performance seseorang di kemudian hari.
• Yang diukur adalah pengalaman dan efek belajar.

Tes Kemampuan Selain tes Bakat
• Tes kemampuan umum (general ability test)
• Tes prestasi/hasil belajar (achievement test)
• Contoh tes yang mengukur kemampuan umum: Raven Progressive Matrices
• Tesdiri dari tes non verbal: untuk mengukur kemampuan memahami dan melihat hubungan antar gambar.
• Sebagian besar mengukur G Faktor.

Tes yang Sejenis dengan Raven Progressive Matrices (RPM)
o Spm (Standard Progressive Matrices) : untuk usia 6 – 66 tahun, terdiri dari 60 soal.
o CPM (Coloured Progressive Matrices): untuk usia 5 – 11 tahun, MR, Lansia. Terdiri 36 soal.
o APM (Advanced Progressive Matrices): untuk usia diatas 11 tahun. Terdiri 36 soal.
o Hasilnya berupa pengelompokan tingkat IQ.

Tes Bakat dapat berupa:
  • Test Special Aptitude: terfokus pada satu bakat saja. Misal mengukur bakat dibidang teknik mekanik, bakat pekerjaan tertentu (klerikal) dsb.
  • Bateries test: Terdiri dari sejumlah tes, dapat diperoleh analisis profil untuk seseorang individu (intra individu).
Contoh Tes Bakat yang Mengukur Bakat Secara lebih Spesifik:
1. IST (Intelligence Struktur Test)
2. DAT (Differential Aptitude Test)
3. FACT (Flanagen Aptitude Test)
4. GATB (General Aptitude Test Batery)

IST (Intelligence Struktur Test)
* Rudolf Amthauer:
IQ: suatu struktur tersendiri di dalam keseluruhan struktur kepribadian seseorang. Terdiri dari kemampuan jiwa yang berfungsi sedemikian rupa untuk memberi kemampuan bertindak bagimanusia. Sulit dipisahkan dari aspek psikologis yang lain, seperti: motivasi, emosi.

* IST terdiri dari 9 sub test:
1. SE (Satzerganzng) --- Melengkapi kalimat
2. WA (Wortausuahl)--- mencari kata yang berbeda
3. AN (Analogien) --- mencari hubungan kata
4. GE (Gmeinsamkeiten) --- mencari kata yang mencakup dua pengertian
5. RA (Rechen Aufgaben) --- Hitungan sederhana
6. ZR (Zahlen Reihen) --- deret angka
7. FA (Form Ausuahl) --- Menyusun bentuk
8. WU (Wurfal Aufgaben) --- Kubus
9. ME (Merk Aufgaben) --- Mengingat kata

* Untuk Skoring
o Telah disediakan kunci jawaban.
o Untuk subtes GE ada kunci jawaban tersendiri dengan penilaian 0 ,1, 2.
o RW --- SW, dari jumlah benar --- norma.
o Norma --- IQ
o Norma IST didasarkan pada USIA dan TARAF PENDIDIKAN.

 IST
 IQ sebagai struktur
 Terdapat indeks korelasi yang tinggi ntara subtes dengan hasil keseluruhan (r = 0,6)
 Terdapat indeks korelasi rendah antar setiap subtes (r = 0,25)
 Lebih mendekati pandangan Thurstone tentang IQ (S Faktor)
 IST termasuk power test

* Aspek-aspek yang terukur pada setiap subtes IST
1. SE:
 Berpikir konkrit praktis
 Berpikir logis
 Akal sehat (common sense)
 Pembentukan keputusan
 Pemaknaan realita
 Berpikir mandiri
2. WA
 Rasa bahasa
 Berpikir verbal
 Pengertian bahasa
 Kemampuan empati (menghayati)
 Komponen reseptif
3. AN
 Daya mengkombinasikan
 Fleksibilitas/kelincahanberfikir
 Menstransfer hubungan
 Kejelasan dan kensekwen dalam berpikir.
 Analisa yang bersifat dugaan
 Suatu perkiraan yang paling berarti bagi pengembangan studi ilmiah
4. GE
 Daya abstraksi verbal
 Pembentukan konsep (Pengertian)
 Berfikir logis dalam bentuk bahasa
5. RA
 Berpikir praktis dalam masalah hitungan
 Berpikir logis objektif
 Berfikir matematis.
 Mengambil keputusan
6. ZR
 Berpikir teoritis dalam berhitung
 Berfikir induktif angka
 Kelincahan berpikir
 Kelincahan berpikir
 Mengenali komponen ritmis
7. FA
 Kemampuan membayangkan
 Kemampuan mengamati
 Berpikir secara utuh menyeluruh.
 Mengenali komponen konstruktif
8. WU
 Daya bayang ruang
 Menganli konstruktif teknis
 Berpikir analitis.
9. ME
 Atensi
 Memori Mengingat kata yang telah dipelajari

* Dari 4 subtest awal IST diperoleh:
o Kecerdasan teoritis (grafik berbentuk M): WA dan GE lebih tinggi
Kemampuan berfikir abstrak-teoritis dan menyatakan dalam bentuk bahasa. Misal: filsuf
o Kecerdasan praktis (Grafik berbentuk W): SE dan AN lebih tinggi
Kemampuan menentukan hubungan dalam suatu masalah secara praktis. Misal: Ir. Teknik Mesin

* Langkah-langkah skoring IST
o Cocokkkan jawaban testee dengan kunci jawaban IST
o Hitung jawaban yang benar (RW)
o Jumlahkan ke bawah.
o Lihat norma untuk mendapatkan skor SW
o Lihat norma jumlah
o Lihat norma IQ

* Angka IST untuk penjurusan
 IPA : lihat skor RA, ZR,FA, WU harus lebih tinggi dibandingkan yang lain.
 IPS : Lihat skor SE, WA, GE, ME harus lebih tinggi dibandingkan yang lain
 Untuk melanjutkan pendidikan setelah SMA, sebaiknya skor AN cukup baik (rata-rata).
 Diprediksi berhasil menjalani pebdidikan di jenjang D3 dengan baik jika IQ minimal pada rentang rata-rata (96 - 105).
 Diprediksi berhasil menjalani pendidikan di jenjang SI dengan baik jika IQ minimal pada rentang rata-rata atas (106 - 110).
 Namun demikian tetap harus mempertimbangkan aspek-aspek psikologis yang lain, seperti motivasi, minat, kegigihan dalam mengatasi hambatan, keinginan untuk belajar dsb.

* Kesesuaian beberapa jurusan di PT berdasarkan skor IST yang penting untuk mendapatkan skor cukup tinggi
 Fak. Hukum: SE, AN, GE, ME
 SISIP: SE, AN, GE
 Ekonomi: SE, AN,RA, ZR
 Sastra: WA, AN, GE, ME
 Fikom: SE, WA, AN, ME
 Psikologi: SE, WA, AN, GE, ME
 Kedokteran: SE, AN, GE, FA, WU
 Pertanian: AN, GE, FA, WU
 Peternakan: AN, FA, WU
 Seni rupa: AN, ZR, FA, WU
 Teknik: SE, AN, GE, RA, ZR, FA, WU
 MIPA: AN, GE, RA, ZR, FA, WU


DAT (Differential Aptitude Test)

· Disusun Oleh:

George K. Bennet

Harold G. Wesman

· Dibut Untuk: Mendapatkan prosedur ilmiah dalam menilai murid-murid sekolah laki-laki dan perempuan, secara terintegrasi dan terstandar.

· Terdiri atas 7 tes, yaitu:

1. Verbal reasioning

2. Numerical ability

3. Abstrack rasioning

4. Space relation

5. Mechanical reasioning

6. Clerical speed dan accuracy

7. Language usage-part 1: spelingg, part 2: sentences.

· Cara pelaksanaan tes DAT:

ü Dapat diberikan secra keseluruhan atau satu-persatu tes secara terpisah

ü Dapat digunakan untuk pemilihan pekerjaan.

ü Sat ini tes DAT sudah diadaptasi dalam bahasa Indonesia, tetapi hanya 5 saja.

· Tes yang telah diadaptasi:

1. Numerical ability menjadi Tes berhitung (A5)

2. Abstrack Reasioning menjadi Tes penalaran (A3)

3. Space Relation menjadi Tes Pola (B3/C5)

4. Mechanical Reasioning menjadi tes pengertian mekanik (C4)

5. Clerical speed and accuracy menjadi Tes Cepat Teliti (D4)

Tes Hitung

· Terdiri dari 40 soal dengan lembar jawab yang terpisah

· Mengukur aspek: kemampuan berfikir dengan angka, penguasaan hubungan numerik. Misalnya berupa penjumlahan sederhana.

· Disebut: arithmetic compution bukan arithmatic reasioning

· Cara penyajian:

ü Secara berkelompok atau individual

ü Waktu: 30 menit. 5 – 10 menit untuk instruksi

ü Tujuan untuk prediksi dalam bidang pendidikan (misal: matematika, fisika, kimia, teknik) dan pekerjaan (misal: ass. Labor, statistika, administrasi)

ü Untuk jurusan sosial dan bahasa harus diberikan dengan tes verbal.

ü Ters berhitung + tes verbal = general learning ability

ü Tes berhitung + abstract reasioning + verbal reasioning = IQ umum

ü Skoring B = 1, S = 0

Tes Penalaran

1. Soal : 50

2. Aspek yang diukur: Kemampuan penalaran non verbal yaitu meliputi kemampuan individu untuk memahami hubungan logis dari figur-figur abstrak.

3. Abstract Reasioning + Verbal Reasioning + Numerical Ability = General IQ

4. Cara penyajian:

· Dilakukan secara individual atau kelompok

· Waktu: 25 menit, untuk instruksi 5 – 10 menit

· Tujuan: melakukan seleksi/evaluasi dibidang pendidikan ataupun pekerjaan

· Skoring: B = 1. S = 0

Tes Pola

1. Terdiri dari 40 soal

2. Aspek yang diukur: kemampuan mengenal hal; konkrit (tiga dimensi) melalui proses penglihatan.

3. Testee perlu melakukian imajinasi (memanipulasi secara mental)/

4. Cara Penyajian:

· Bisa individual atau kelompok

· Waktu: 30 menit, instruksi 5 – 10 menit.

· Tujuan: mengetahui kemampuan seseorang mengenal bentuk 3 dimensi.

· Misal untuk bidang desain, arsitektur, seni, dekorasidll.

· Sekoring: Benar – Salah

Bentuk lain dari tes Pola

· Tes ruang Bidang (C5)

· Jumlah soal 60

· Secara umum tes ruang bidang mengukur aspek yang sama dengan tes pola

Tes Pengertian Mekanik

1. Jumlah soal 68

2. Merupakan bentuk baru dari tes mechanical comprhensive yang dibuat oleh Binnett.

3. Waktu: 30 menit.

4. Tujuan: Mengukur kemampuan khusus dalam bidang mekanik untuk memilih pekerjaan atau pendidikan.

5. Contoh: Perakit mesin maintenance mesin

6. Skoring: B = 1, S = 0, Skor tertinggi 68

7. Rumus pemberian skor kasar: R – ½ w yaitu jumlah benar dikurangi seperdua jumlah salah

Tes Cepat dan Teliti

1. Jumlah soal 100 dibagi menjadi 2 bagian

2. Aspek yang diukur: respon subjek terhadap tugas/pekerjaan yang berkaitan dengan kecepatan persepsi dari suatu stimulus yang sifatnya sederhana.

3. Kecepatan respon terhadap kombinasi hurup dan angka.

4. Ingatan yang sifatnya jangka pendek (Momentary retention)

5. Cara Penyajian:

· Waktu: 3 menit untuk masing-masing bagian

· Tujuan: untuk konseling sekolah

· Misal: ada siswa dengan skor tes cepat dan teliti yang rendah, kemungkinan ia ada kesulitan dalam kecepatan dan presisi.

6. Untuk seleksi karyawan yaitu untuk meramalkan produktivitas seseorang dalam mengerjakan tugas rutin yang melibatkan persepsi dan pemberian tanda.

7. Misal: filing, coding, stock room work.

8. Skoring: bagian 1 tidak diskor (untuk latihan saja).

9. Bagian II diskor: skor total adalah jumlah soal yang dikerjakan dengan benar.

10. Hasil peneltian

· Skor tinggi pada tes cepat teliti dibutuhkan untuk pekerjaan seperti business administration, tapi tidak perlu skor untuk salesmen.

· Ada korelasi yang signifikan antara skor tes dengan prestasi kerja karyawan dibagian rajut dan finishing perusahaan pembuat rambut palsu.

GATB (GENERAL APTITUDE TEST BATTERY)

· Disusun oleh: Charles E. Odell

· Tujuan untuk konseling pekerjaan

· Terdiri dari 22 tes yang mengukur 9 jenis bakat.

Aptitude yang diukur

1. Aptitude G: Intelligence

Merupakan kemampuan belajar secara umum yaitu kemampuan menangkap dan mengerti konsep prinsip, penalaran dan pembuatan keputusan. Memiliki hubungan kuat dengan keberhasilan di sekolah.

2. Aptitude V: Verbal (Subtes 4: Vocab)

Merupakan kemampuan untuk mengerti arti dari beberapa kata dan penggunaan kata secara efektif, Kemampuan mengerti bahas secara komprehensif, dan mengerti hubungan antar kata dan mengerti arti keseluruhan paragraf.

3. Aptitude N: Numerical (Subtes 2: Computation dan sub tes 6: arithmatic reason)

Kemampuan melakukan operasi angka secara cepat dan tepat.

4. Aptitude S: Spatial (Subtes 3: dimentional space)

Kemapuan untuk berpikir secara visual pada bentuk geometris, kemampuan untuk menangkap objek tiga dimensi dan kemampuan mengingat hubungan yang dihasilkan dari gerakan suatu objek dalam ruang.

5. Aptitude P: Form Perception

· Diukur dengan subtes 5: tool maching dan sub tes 7 form matching

· Mengukur kemampuan untuk melihat bagian dari benda, gambar dan grafik.

· Kemampuan melihat perbandingan dan pembedaan secara visual, melihat perbedaan yang nyata pada bentuk atau bayangan dari suatu figur dan panjang lebar suatu grafis.

6. Aptitude Q: Clerical Perseption

· Diukur dengan subtes 1 name comparation

· Mengukur kemapuan untuk mengungkapkan objek klerikal (angka dan huruf)

· Kemampuan persepsi terhadap komputasi secara sepintas.

7. Aptitude K: Motor kordination

Diukur dengan subtes 8 (Mark Making). Mengukur kemampuan mengordinasikan gerakan otot mata, tangan dan jari dengan terampil dan teliti dalam gerakan yang cepat dan tepat.

8. Aptitude F: Finger Dexterity

Diukur degan subtes 11 (Assemble) dan subtes 12 (Dissemble). Mengukur kemampuan gerakan jari-jemari, memanipulasi objek kecil secara terapil dan teliti.

9. Aptitude M: Manual Dexterity

Diukur dengan sub tes 9 (Plan) dan subtes 10 (Turn). Mengukur kemampuan menggerakkan tangan dengan mudah dan terampil, dan mengukur kemampuan bekerja dengan tangan dalam menempatkan dan memindahkan

FACT (FLANAGAN APTITUDE CLASSIFICATION TEST)

· Disusun oleh: J.C. Flanagan, Professor Psikologi di Universitas Pittsburgh

· Dikembangkan untuk mendapatkan suatu sistem klasifikasi baku dalam penentuan bakat dan kemampuan dasar seseorang dalam tugas tertentu.

· Digunakan sebagai:

1. Alat bantu memprediksi keberhasilan kerja

2. Membuat perencanaan program pelatihan

3. Untuk konseling pekerjaan

4. Seleksi dan penempatan karyawan

· Terdiri dari 14 tes:

Dapat digunakan keseluruhan atau sebagiannya saja:

1. Inspection

2. Coding

3. Memory

4. Precision

5. Assembly

6. Scale

7. Coordination

8. Judgement

9. Comprehension

10. Arithmtic

11. Pattern

12. Component

13. Tables

14. Mechanics

15. Espression

· Telah diadaptasi di Indonesia menjadi 8 tes

1. Tes kode dan ingatan (D2)

2. Tes merakit objek (C1)

3. Tes skala dan grafik (C8)

4. Tes pemahaman (A1)

5. Tes mengutip (B4)

6. Tes komponen (C2)

7. Tes table (D3)

8. Tes ungkapan (A6)

MINAT

Beberapa Jenis Tes Minat

· Kuder Preference Record Vocatioanal (Tes Kuder)

· Rothwell Miller Interest Blank (RMIB)

· Skala Minat Terhadap Berbagai profesi

1. Tes Kuder

· Tujuan: Sebagai upaya pendekatan sistematik terhadap kesukaan/minat seseorang terhadap suatu jabatan/pekerjaan.

· Kegunaan: untuk seleksi pegawai, untuk penempatan pegawai, untuk pemilihan karir, untuk konseling.

· Area Minat yang diukur:

a. Outdoor: pekerjaan diluar ruangan.

b. Mechanical: berkaitan dengan mesin dan alat-alat

c. Computational: berkaitan dengan angka

d. Scientific: berkaitan dengan penelitian ilmiah, penemuan fakta dan pemecahan masalah.

e. Persuasive: pekerjaan yang berhubungan dengan banyak orang, mengajukan usulan, membujuk.

f. Artistik: pekerjaan yang menggunakan kreativitas, seni, desain, dan lain-lain.

g. Literary: pekerjaan yang berkaitan dengan membaca dan menulis.

h. Musical: pekerjaan yang berkaitan dengan musik, lagu.

i. Social Service: pekerjaan yang memberikan pelayanan menolong orang lain.

j. Clerical: pekerjaan dikator yang membutuhkan ketepatan dan ketelitian.

· Administrasi tes kuder

a. Waktu tidak dibatasi, namun biasanya teste dapat menyelesaikannya dalam waktu 30 – 40 menit.

· Setelah diberik buku soal dan lembar jawab, testee diminta untuk membaca sendiri soal tersebut (Self administration).

· Testee harus mengerjakan semua soal dengan teliti dan tidak ada yang terlewat.

2. RMIB

· Disusun oleh Rothwell dan Miller

· Mengukur 12 kategori pekerjaan

· Tujuan: mengukur minat seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan dan ide-ide steriotipe tentang pekerjaan tersebut.

· Areaminat yang diukur sama dengan kuder (lihat penjelasan di kuder) hanya ditambah pada bidang: Practical: berhubungan dengan keterampilan praktis/pertukangan dan medical: berhubungan dengan pengobatan, perawatan medis, biologis.

· Administrasi tes:

a. Material tes: Blanko/formulir yang berisi daftar pekerjaan yang disusun menjadi 9 kelompok dengan kode A sampai I dan dibedakan antara laki-laki dan perempuan.

b. Masing-masing kelompok terdiri dari 12 jenis pekerjaan.

c. Testee mengisi formulir dengan cara memberi ranking 1 : untuk pekerjaan yang paling disukai dan ranking 12 untuk pekerjaan yang paling tidak disukai

d. Waktu tidak dibatasi tapi biasanya teste bisa mengerjakan dalam waktu 20 menit.

e. Tidak boleh ada yang terlewat untuk diisi

3. Skala Minat Terhadap Berbagai Jenis Profesi

· Mengidentifikasikan kecenderungan minat seseorang terhadap profesi yang ada di dunia kerja.

· Modifikasi dari instrumen Self Directed Search dari J.L Holland Ph.D

· Menurut Holland: Minat pada suatu pekerjaan: berlandaskan pada kesesuaian antara karakteristik kepribadian dengan kesempatan yang diberikan oleh lingkungan (person environment interaction)

· Pengelompokan karakteristik kepribadian dan lingkungan:

a. Realistic: mengandalkan fisik, minim komunikasi verbal, pekerjaan yang menggunakan alat dan kekuatan fisik.

b. Investigative: orientasi keilmuan, peneliti, tugas-tugas mencari fakta, instropektif.

c. Artistic: Situasi yang tidak terstruktur, lebih bebas dan memberi kesempatan untuk berkreasi, seni, bersifat intuitif.

d. Social: Mudah bergaul, kemampuan, alim. Menyukai kegiatan melayani, menyembuhkan, merawat, memecahkan masalah.

e. Enterpreuneur: relasi dengan orang untuk mendapatkan keuntungan, bisnis, pengusaha.

f. Conventional: menyukai lingkungan yang tertib, teratur, pekerjaan yang runtut, berhubungan dengan data/angka.

Dosen Pembimbing: Yuli Widiningsih, S.Psi.Psi.

Terimah Kasih ibu yang tercinta..yang telah membimbing kami selama satu semester…perjuangan, waktu dan perhatian yang telah diberikan kepada kami selama satu semester….hanya Allah yang bisa membalas,…aminn…

Pekanbaru, 15 Januari 2010

Tertanda

Muhammad Ardi







Related post:


0 komentar:

Posting Komentar